Rabu, 15 April 2009

Kalung Penghormatan

Air matnya mengalir diatas pipinya
dengan menyerukan hempasan helaian angin
dibawah pohon kematian.

kini nisanya pudar termakan genangan air ;
air dimana hati menjatuhkan hempasan nafas
dari malaikat-malaikat kecil tanpa harapan hidup.

yang tertinggal kini hanyalah
tangan tertutup di atas jantung pemilik arwah ketujuh
di atas sepiral yang berwarna emas kini tinggal mengubah putih.

dunia hanyalah pesta kedudukan;
hati hanyalah kebohongan ;
dan jiwa takan teranggap disini;..

kalung sebagai pertaruhan hidup untuk membakar

para khianat darah biru....

sampai akhir sayap malaikat kecil terpatahkan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar